HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

PERUT KOSONG, DAYEUH MEWAH! PAGAR BAMBU JADI SOROTAN, PWRI DESAK PEMKAB BOGOR JANGAN TUTUP MATA TERHADAP NASIB PAK AMIN


BOGOR | FOKUSUPDATE.COM
— Ironi pembangunan di Kabupaten Bogor kembali menuai sorotan. Di tengah penataan lingkungan dengan pembangunan pagar bambu yang disebut-sebut menelan anggaran hingga ratusan juta rupiah, seorang lansia bernama Amin (63), warga Kampung Lengis, Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, justru masih berjuang memenuhi kebutuhan makan dan bertahan hidup di rumah yang kondisinya terancam ambruk.

Sungguh memprihatinkan. Ketika pagar bambu dibangun untuk mempercantik wajah kawasan, Pak Amin justru harus menghadapi kenyataan pahit: hidup sebatang kara, tanpa anak dan istri, dengan penghasilan tidak menentu sebagai penggali kuburan.

Saat tidak ada pekerjaan, untuk sekadar mengisi perut pun menjadi persoalan. Bahkan, Amin terkadang hanya mampu makan satu kali dalam sehari.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius tentang keberpihakan dan prioritas pembangunan daerah. Sebab, pembangunan semestinya tidak hanya terlihat megah dari luar, tetapi juga mampu menjamin masyarakat kecil mendapatkan kehidupan yang layak.

Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Korwil Bogor Selatan, Andri Haryanto, melontarkan kritik keras terhadap lambatnya perhatian aparatur pemerintah terhadap kondisi Amin.

"Ke mana saja aparatur pemerintah selama ini? Jangan sampai pemerintah baru sibuk bergerak setelah penderitaan rakyat menjadi viral. Warga miskin dan lansia terlantar seharusnya terpantau sejak awal, bukan menunggu media turun tangan baru ada perhatian," tegas Andri, Selasa (3/11/2026).

Menurutnya, kasus Amin bukan sekadar persoalan bantuan sembako, melainkan cermin yang harus menjadi bahan evaluasi serius terhadap sistem pendataan, pengawasan, dan perlindungan sosial masyarakat miskin di tingkat desa hingga kabupaten.

PWRI mendesak Pemkab Bogor segera mengambil langkah konkret, mulai dari memastikan ketersediaan pangan secara berkelanjutan, mengupayakan jaminan sosial dan kesehatan, hingga memperbaiki rumah Amin agar aman dan layak dihuni.

PAGAR BERDIRI KOKOH, BAGAIMANA NASIB RAKYAT KECIL?

Di sisi lain, pembangunan pagar bambu yang menjadi perhatian masyarakat juga perlu dijelaskan secara terbuka. Publik berhak mengetahui berapa nilai anggarannya, dari mana sumber pembiayaannya, siapa pelaksananya, serta apa urgensi pembangunan tersebut.

PWRI menegaskan bahwa kritik ini bukan penolakan terhadap pembangunan. Namun, pemerintah harus memastikan bahwa penataan kawasan berjalan seiring dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

"Jangan sampai pagar terlihat indah dan megah, tetapi di baliknya masih ada warga yang kesulitan makan. Kami tidak anti-pembangunan, tetapi jangan sampai keindahan kawasan lebih terlihat daripada penderitaan rakyat yang membutuhkan pertolongan. Pemerintah harus mampu menentukan skala prioritas," ujar Andri.

Ia juga mengingatkan agar kasus Amin menjadi peringatan bagi seluruh aparatur pemerintahan, mulai dari RT, RW, pemerintah desa, kecamatan hingga pemerintah kabupaten, agar tidak ada lagi warga rentan yang luput dari perhatian.

PWRI Korwil Bogor Selatan menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada penanganan nyata dan berkelanjutan. Bukan sekadar kunjungan, dokumentasi, atau bantuan sesaat ketika kasus sudah ramai diberitakan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi mengenai rincian anggaran pembangunan pagar bambu maupun kepastian program penanganan jangka panjang bagi Amin.

JANGAN HANYA MEMBANGUN PAGAR, BANGUNLAH KESEJAHTERAAN RAKYAT!

Pembangunan bukan semata-mata tentang pagar yang berdiri kokoh, kawasan yang terlihat indah, atau proyek yang selesai dikerjakan. Ukuran keberhasilan pembangunan juga terletak pada sejauh mana pemerintah mampu melindungi masyarakat yang paling membutuhkan.

Sebab, tidak seharusnya ada warga yang harus menahan lapar di tengah gemerlap pembangunan daerah.

Perut rakyat masih kosong, jangan sampai pemerintah hanya sibuk mempercantik wajah Dayeuh.

FOKUSUPDATE.COM — Berita Akurat dan Terpercaya

Posting Komentar