HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Tetes Air Mata Haru di Ciadeg: Kala Ketulusan Sang Penggali Kubur Dijawab Gotong Royong Warga dan Perangkat Desa


BOGOR
— Pengabdian tulus Amin, seorang penggali kubur di Kampung Lengis, Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, akhirnya membuahkan kebaikan yang tak terduga. Sekian lama bertahan hidup di bawah atap lapuk yang nyaris roboh, tangis harunya pecah tak terbendung saat bantuan bahan bangunan tiba di kediamannya, Minggu (31/10/2026).

​Pria yang sehari-hari mendedikasikan hidupnya mengantar jenazah warga ke peristirahatan terakhir itu sebelumnya harus menelan pil pahit. Pengajuan bantuan rutilahu (rumah tidak layak huni) secara resmi dari pemerintah sempat terkendala aturan administratif akibat status kepemilikan tanah bersama.

​Namun, ketulusan Pak Amin tak dibiarkan berlalu begitu saja. Pemerintah Desa (Pemdes) Ciadeg bergerak cepat. Mengesampingkan hambatan birokrasi, Kepala Desa Wahyu Rahayu bersama jajaran perangkat desa menggalang dana swadaya serta inisiatif pribadi untuk membelikan material bangunan.

​Bantuan material tersebut difokuskan untuk merenovasi area paling vital di rumah Pak Amin, seperti dapur dan kamar mandi yang kondisi gentengnya sudah runtuh dan membahayakan keselamatan.

​Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, Amin tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya saat menyaksikan lembar demi lembar seng dan bahan bangunan diturunkan di halaman rumahnya.

​"Alhamdulillah... Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Desa dan pihak Kecamatan yang telah peduli serta membantu material untuk perbaikan rumah saya. Bantuan ini sangat-sangat berarti bagi saya dan keluarga," ungkap Amin bergetar, menahan lelehan air mata syukur.

​Kepala Desa Ciadeg, Wahyu Rahayu, menegaskan bahwa aksi ini merupakan murni kepedulian swadaya Pemdes Ciadeg setelah menyadari kendala aturan kepemilikan tanah yang menghambat bantuan formal. Tak hanya menyalurkan material, pembangunan rumah Pak Amin juga akan digerakkan secara bergotong royong oleh warga sekitar.

​“Kemarin barang sudah kita kirim sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Tadi Pak RW juga sempat silaturahim. InsyaAllah untuk gotong royongnya nanti dibantu penuh oleh pihak pengurus RT, RW, beserta masyarakat setempat,” terang Wahyu.

​Kini, Pak Amin tidak lagi harus cemas menatap langit-langit rumahnya yang lapuk saat hujan turun. Pengabdian sunyinya selama bertahun-tahun merawat kuburan warga, kini terbayar tunai oleh hangatnya kepedulian dan semangat gotong royong sesama.

Posting Komentar