HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Wujudkan SDM Unggul, 417 Warga Kabupaten Bogor Ditargetkan Jadi Sarjana Lewat Program Desa


CIGOMBONG
– Pemerintah Kabupaten Bogor secara resmi merealisasikan program unggulan "Satu Desa Satu Sarjana" yang digagas oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto. Program ini bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu di pelosok desa.

​Implementasi program ini didanai melalui anggaran Bantuan Keuangan (Bankeu) Desa dan mempercayakan Universitas Djuanda (Unida) sebagai mitra pendidikan strategis. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) secara serentak antara pemerintah desa dengan pihak universitas.

​Fokus pada Pemerataan Pendidikan

​Camat Cigombong, RE Irwan Soemantri, menegaskan bahwa program ini adalah jawaban atas keresahan anak-anak desa yang memiliki potensi akademik namun terbentur kendala ekonomi.

​"Dengan adanya program ini, kita mengubah wajah pendidikan di masyarakat desa. Ini adalah wujud nyata komitmen Bapak Bupati dalam memberikan akses pendidikan tinggi kepada putra-putri terbaik desa," ujar Irwan kepada media, Rabu (13/5/2026).

​Irwan menambahkan bahwa pendidikan merupakan instrumen utama dalam meningkatkan kesejahteraan. Ia berharap program ini berkelanjutan karena kehadiran sarjana di tingkat desa akan menjadi katalisator bagi kemajuan pembangunan lokal.

​Sinergi Desa dan Akademisi

​Dukungan penuh juga datang dari jajaran perangkat desa. Ketua APDESI Kecamatan Cigombong, H. Asep Irwan Koswara, menyatakan bahwa seluruh kepala desa di wilayahnya telah siap menyukseskan program ini.

​Untuk tahap awal di Kecamatan Cigombong, tercatat sebanyak 9 peserta dari 9 desa dipastikan akan segera memulai studi mereka di Universitas Djuanda.

​Target dan Harapan Program:

​Target Peserta: 417 warga dari seluruh desa di Kabupaten Bogor dalam kurun waktu satu tahun.

​Output: Mencetak generasi muda yang memiliki kemampuan akademik dan daya saing tinggi.

​Kontribusi Pasca-Lulus: Para sarjana diharapkan kembali ke desa untuk menjadi penggerak di sektor pemerintahan desa, ekonomi, pertanian, maupun pemberdayaan masyarakat.

​Terobosan Pembangunan Berbasis SDM

​Program Satu Desa Satu Sarjana bukan sekadar bantuan biaya kuliah, melainkan investasi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menciptakan agent of change (agen perubahan) dari tingkat akar rumput.

​Dengan dukungan anggaran Bankeu dan kolaborasi bersama perguruan tinggi, pemerintah optimis cita-cita menciptakan minimal satu sarjana di setiap desa akan meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Bogor secara signifikan.

​"Kami berharap para sarjana ini nantinya menjadi motor penggerak pembangunan di daerah masing-masing," pungkas Asep Irwan Koswara.

Posting Komentar