HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Warga Keluhkan Alat Berat Melintas Tanpa Izin, Keamanan Lingkungan Dipertanyakan


Kabupaten Bogor
— Kehadiran dua unit alat berat jenis bulldozer D3C LGP di kawasan pemukiman padat penduduk memicu keresahan warga. Pasalnya, alat berat tersebut diduga beroperasi tanpa izin maupun koordinasi dengan warga dan pengurus lingkungan setempat. Di JL. Kp Duren Gede, Tugu Jaya, Kec. Cigombong, Kab. Bogor, Jawa Barat. Senin (11/5/2026).

Berdasarkan pantauan di lokasi, dua unit bulldozer berwarna kuning bermerek Caterpillar terlihat melintas sangat dekat dengan rumah warga dan diparkir tepat di depan SDN Batukarut. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kerusakan jalan lingkungan serta dampak getaran yang dapat memengaruhi struktur bangunan rumah di sepanjang jalur lintasan.

Warga Protes Kurangnya Koordinasi

Salah seorang warga berinisial AD mengungkapkan kekecewaannya karena pihak pelaksana proyek maupun pemilik alat berat tidak melakukan pemberitahuan sebelumnya kepada warga.

“Seharusnya ada sosialisasi atau minimal izin kepada RT dan RW setempat. Jalan di sini sempit dan rumah warga sangat dekat dengan akses jalan. Kalau nanti ada kerusakan seperti tembok retak atau jalan rusak, siapa yang akan bertanggung jawab?” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Selain persoalan izin, warga juga menyoroti sejumlah dampak yang ditimbulkan dari aktivitas alat berat tersebut, di antaranya:

Risiko keselamatan karena jalur yang dilalui merupakan akses aktif warga dan anak-anak sekolah.

Potensi kerusakan infrastruktur jalan akibat tonase alat berat yang dinilai melebihi kapasitas jalan lingkungan.

Gangguan kenyamanan berupa kebisingan dan debu, terutama saat beroperasi pada jam istirahat warga.

Warga Tunggu Penjelasan Resmi

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak operator maupun pemilik alat berat terkait tujuan dan aktivitas operasional di kawasan tersebut.

Warga berharap pemerintah setempat dan pihak terkait segera turun tangan untuk melakukan mediasi serta memastikan adanya jaminan keamanan bagi lingkungan sekitar. Mereka juga meminta adanya tanggung jawab dan kompensasi apabila terjadi kerusakan akibat aktivitas alat berat tersebut.

Apabila tidak ada koordinasi maupun tindak lanjut dalam waktu dekat, warga mengaku siap menghentikan aktivitas alat berat secara paksa demi menjaga keselamatan dan kenyamanan lingkungan. 

Redaksi 

Posting Komentar