HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Narkoba Masuk Rumah Ibadah: Oknum Pengurus Masjid Atta'awun Puncak Disorot BNN


BOGOR
— Badan Narkotika Nasional (BNN) memberikan perhatian serius menyusul mencuatnya skandal penyalahgunaan narkotika yang melibatkan oknum pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Atta'awun, Puncak, Bogor. Kasus yang menyeret oknum pengurus sekaligus keamanan berinisial ED ini kini berada dalam radar pemantauan pihak berwenang.


​Perwakilan BNN menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik laporan masyarakat serta pemberitaan media terkait dugaan keterlibatan oknum internal rumah ibadah dalam pusaran barang haram tersebut. BNN menegaskan akan segera berkoordinasi dengan aparat penegak hukum setempat guna memverifikasi informasi dan menelusuri dugaan jaringan peredaran yang melibatkan oknum ini.


​"Kami memandang serius setiap informasi terkait penyalahgunaan narkotika, terlebih jika hal itu melibatkan figur atau oknum yang berada di lingkungan tempat ibadah. Langkah-langkah investigasi awal dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) akan segera dikoordinasikan bersama pihak kepolisian," ujar pejabat berwenang di lingkungan BNN.


​Sorotan publik semakin tajam setelah insiden pengejaran di area parkir Masjid Atta'awun beberapa waktu lalu. Oknum berinisial ED, yang disebut-sebut sebagai bagian dari kelompok tersebut, secara mengejutkan melarikan diri tanpa alas kaki saat hendak dikonfirmasi oleh awak media terkait dugaan keterlibatannya. Tindakan kabur tersebut dinilai semakin memperkuat indikasi adanya hal yang ditutupi oleh yang bersangkutan.


​Menanggapi perkembangan ini, elemen masyarakat dan jamaah Masjid Atta'awun mendesak BNN serta kepolisian untuk melakukan tes urine massal kepada seluruh jajaran pengurus dan petugas keamanan masjid. Langkah ini dinilai krusial untuk memulihkan kepercayaan publik dan membersihkan nama baik masjid dari stigma negatif akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab.


​Hingga saat ini, pihak BNN bersama kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk memburu keberadaan ED yang melarikan diri, guna mengungkap sejauh mana keterlibatan jaringan dalam penyalahgunaan narkotika di kawasan wisata religi Puncak.

Posting Komentar