HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Respons Bahlil Lahadalia soal isu kenaikan BBM subsidi 1 April, keputusan di tangan Prabowo Subianto


JAKARTA
| Isu penyesuaian harga BBM subsidi yang direncanakan berlaku mulai 1 April 2026 mendapat tanggapan dari Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Ia menegaskan bahwa pemerintah saat ini memprioritaskan perlindungan bagi masyarakat kecil dalam setiap kebijakan energi yang diambil.

Bahlil menjelaskan bahwa keputusan akhir terkait perubahan harga BBM sepenuhnya berada di tangan Prabowo Subianto. Ia menyatakan keyakinannya bahwa Presiden akan mempertimbangkan kepentingan rakyat sebagai faktor utama sebelum menetapkan kebijakan.

Dalam keterangannya, Bahlil juga menguraikan dua skema harga BBM yang berlaku, yaitu untuk sektor industri dan non-industri. BBM nonsubsidi seperti RON 95 dan RON 98 mengikuti mekanisme pasar tanpa campur tangan pemerintah, sehingga harganya bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar global.

Sementara itu, BBM subsidi tetap menjadi fokus utama pemerintah karena berfungsi sebagai penopang ekonomi masyarakat yang membutuhkan. Oleh karena itu, kelompok masyarakat mampu yang menggunakan BBM nonsubsidi tidak termasuk dalam prioritas perlindungan tersebut.

Pemerintah berkomitmen untuk berhati-hati dalam mengelola kebijakan energi nasional agar tetap menjaga keseimbangan antara stabilitas fiskal negara dan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok berpenghasilan rendah. Langkah ini diambil agar setiap perubahan kebijakan tidak mengganggu daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.

Posting Komentar