HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Villa Mewah Kepung Gunung Salak, Ancaman Nyata Bencana Ekologis di Bogor


BOGOR
— Alih fungsi lahan di kawasan lindung dan daerah tangkapan air (catchment area) pegunungan kembali menuai sorotan tajam. Kawasan hijau yang semestinya berfungsi sebagai penyangga ekosistem dan daerah resapan air kini kian masif beralih rupa menjadi bangunan beton, hotel, dan vila mewah.

​Berdasarkan pantauan di lapangan, tepatnya di wilayah Pasir Jaya, Cigombong, Kabupaten Bogor, dan sekitarnya—khususnya di kawasan lereng Gunung Salak, Jawa Barat—masifnya pembangunan komersial ini tidak hanya terjadi di zona-zona penyangga. Pembangunan tersebut bahkan telah merambah ke titik-titik yang seharusnya steril dari kegiatan pembangunan skala besar.

​Alih fungsi lahan secara ugal-ugalan ini dinilai mengabaikan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) serta mengancam keselamatan warga yang tinggal di kawasan hilir.

​Desakan Tegas Penegakan Hukum

​Pimpinan Redaksi Fokus Update, Indra, menegaskan bahwa fenomena ini membutuhkan perhatian serius serta tindakan tegas dari aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.

"Alih fungsi kawasan pegunungan menjadi gedung dan vila bukan lagi sekadar isu estetika lingkungan, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan publik. Pemerintah daerah tidak boleh tinggal diam dan harus segera melakukan audit perizinan secara transparan terhadap seluruh bangunan komersial di kawasan konservasi," tegas Indra.

​Desakan Evaluasi dan Audit Perizinan

​Tekanan publik terhadap maraknya alih fungsi lahan ini terus mengalir. Sejumlah elemen masyarakat mendesak pemerintah daerah untuk mengevaluasi ulang izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dari setiap proyek komersial yang berdiri di dataran tinggi.

​Dugaan pelanggaran tata ruang kerap terjadi akibat:

Lemahnya pengawasan dari instansi terkait.


Lemahnya penegakan hukum terhadap para pemilik modal yang membandel.


​Tanpa adanya tindakan represif dan preventif yang nyata, dikhawatirkan alih fungsi lahan ini akan memicu bencana ekologis berskala besar, mulai dari tanah longsor, banjir bandang, hingga krisis air bersih yang mengancam saat musim kemarau tiba.

​Masyarakat luas kini berharap pihak berwenang segera mengambil langkah konkret untuk menghentikan proyek-proyek ilegal yang tidak sesuai peruntukannya, serta memulihkan fungsi ekologis kawasan pegunungan demi keberlangsungan generasi mendatang.

Redaktur: Indra


Posting Komentar