HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Krisis Air Akibat Irigasi Palayangan Rusak, Ribuan Warga Dua Desa di Caringin Bakal Demo Bupati Bogor


CARINGIN
– Ribuan petani dan warga dari Desa Ciderum serta Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, sepakat untuk menggelar aksi damai di Kantor Bupati Bogor pada Jumat mendatang. Aksi ini merupakan bentuk protes keras masyarakat atas rusaknya saluran Irigasi Palayangan yang telah berlangsung sejak tahun 2022.

​Kerusakan irigasi yang tak kunjung tertangani secara permanen ini telah memicu krisis air berkepanjangan yang melumpuhkan sektor pertanian, perkebunan, hingga kolam perikanan milik warga di dua desa tersebut.

Aspirasi yang Tak Kunjung Didengar

​Perwakilan warga, Andri, mengungkapkan bahwa kondisi kerusakan saluran irigasi yang cukup panjang ini sudah sering dilaporkan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sejak tiga tahun lalu. Namun, hingga saat ini, penanganan yang dilakukan pemerintah dinilai tidak efektif.

​"Akibat kerusakan itu, kami di Desa Ciderum mengalami krisis air. Setelah bermusyawarah dengan tokoh masyarakat dan warga Desa Ciherang Pondok yang terdampak, kami sepakat untuk mengadu langsung ke Bupati Bogor minggu ini," ujar Andri, Rabu (24/6/2026).

​Menurut informasi di lapangan, pembangunan atau perbaikan yang sempat dilakukan sebelumnya tidak mampu bertahan lama karena kontur tanah yang labil dan rentan longsor. Akibatnya, puluhan hektare lahan pertanian terancam gagal panen dan produktivitas warga terus menurun.

Upaya Swadaya yang Sia-sia

​Ketua RW 03 Desa Ciherang Pondok, Ujang Suganda, menegaskan bahwa aksi ini adalah langkah terakhir setelah berbagai upaya penyampaian aspirasi formal tidak membuahkan hasil. Selama ini, warga bahkan harus melakukan perbaikan swadaya menggunakan peralatan seadanya, seperti tong, agar air tetap bisa mengalir meski debitnya sangat kecil.

​"Selama ini air mengalir sangat kecil karena perbaikan swadaya warga tidak bertahan lama. Kami merasa Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bogor kurang menanggapi keluhan masyarakat. Kami hanya meminta pembangunan permanen agar masalah krisis air ini tidak terus berulang setiap tahun," tegas Ujang.

Dampak Sektor Pertanian dan Sosial

​Senada dengan Ujang, Ketua RW 09 Desa Ciderum, Dede Suhendar, menyoroti bahwa kerusakan irigasi ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan menyangkut hajat hidup orang banyak. Selain sawah dan kolam ikan, pasokan air untuk sarana ibadah di wilayah tersebut pun ikut terhambat.

​"Dinas terkait terkesan menganggap remeh masalah ini. Padahal dampaknya luas bagi ekonomi masyarakat, mulai dari sawah hingga masjid yang terhambat pasokan airnya. Kami berharap Bupati Bogor segera turun tangan karena masyarakat sudah sangat kesulitan," tambah Dede.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bogor maupun Dinas Pekerjaan Umum terkait rencana aksi massa tersebut maupun langkah penanganan lanjutan terhadap kerusakan Irigasi Palayangan. Masyarakat berharap aksi yang akan dilakukan Jumat nanti dapat membuka mata pemerintah daerah untuk memberikan solusi konkret dan permanen.

Posting Komentar