Tito Karnavian Tinjau Huntara Danantara untuk Pengungsi Bencana di Pidie Jaya
FOKUS UPDATE.COM | Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, melakukan peninjauan terhadap hunian sementara (huntara) yang dibangun oleh Danantara untuk para pengungsi bencana. Kunjungan tersebut berlangsung di kawasan Kantor Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada Rabu (21/1/2026).
Dalam peninjauan itu, Tito didampingi Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah. Ia menyusuri kawasan huntara guna memastikan kelayakan bangunan serta kelengkapan fasilitas pendukung bagi para pengungsi. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, sebanyak 162 unit huntara dari Danantara telah dibangun dan dilengkapi fasilitas bermain anak, kamar mandi, serta sarana sanitasi yang memadai.
Tito menilai huntara tersebut sangat layak huni, dengan fasilitas yang lengkap dan nyaman. Ia menyebut setiap unit telah dilengkapi tempat tidur, lemari plastik, kipas angin, serta pemisahan toilet pria dan wanita, sehingga menunjang kenyamanan para pengungsi.
Selain meninjau fasilitas, Tito juga berdialog dengan sejumlah pengungsi. Sebagian besar mengaku merasa betah tinggal di huntara karena kondisinya yang nyaman dan fasilitas yang mencukupi. Di samping huntara dari Danantara, Tito menyampaikan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut membangun sekitar 100 unit huntara tambahan di depan Gedung MTQ Pidie Jaya bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hilang akibat bencana.
Tito mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam penyediaan hunian sementara tersebut. Ia optimistis, melalui kolaborasi lintas sektor, proses pemulihan kehidupan masyarakat Pidie Jaya dapat berjalan dengan baik dan kembali normal secara bertahap.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda peninjauan perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Aceh. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BNPB Suharyanto, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, serta Wakil Bupati Pidie Jaya Hasan Basri.
