HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Kepulan Asap di Tambang Emas Pongkor Renggut Lima Nyawa, ANTAM Nyatakan Lokasi di Zona Nonoperasional


BOGOR
|Insiden munculnya kepulan asap di area Tambang Emas PT Aneka Tambang (ANTAM) UBPE Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, menimbulkan korban jiwa. Hingga Senin, 19 Januari 2026, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak lima orang.

Java Region CSR & ER Sub Division Head PT ANTAM, Agustinus Toko Susetio, menyampaikan bahwa dalam penanganan kejadian tersebut, perusahaan mengedepankan nilai kemanusiaan serta keselamatan sebagai prioritas utama, khususnya dalam proses evakuasi para korban.

Ia menjelaskan bahwa tim SAR gabungan telah berupaya maksimal meskipun menghadapi tantangan yang cukup berat di lapangan. Dari proses evakuasi tersebut, tiga korban diketahui merupakan warga masyarakat dan bukan karyawan maupun kontraktor ANTAM, serta ditemukan di area nonoperasional yang seharusnya tidak digunakan untuk aktivitas penambangan.

Menurutnya, proses evakuasi dilakukan dengan tingkat risiko tinggi karena lokasi korban berada di medan yang sulit dijangkau dan berpotensi membahayakan keselamatan petugas. Bahkan, tim evakuasi sempat mengalami kejadian tertimpa longsoran batu, sehingga seluruh tindakan dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Selain kondisi medan yang berbahaya, proses evakuasi juga terkendala oleh keberadaan tembok pengaman yang dibangun untuk mencegah aktivitas penambangan ilegal. Meski demikian, upaya evakuasi tetap dilaksanakan secara optimal dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel.

“Seluruh korban yang berhasil dievakuasi telah kami serahkan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku,” jelas Agustinus.

Terkait kepulan asap yang muncul di lokasi kejadian, ia menegaskan bahwa penyebab pastinya masih dalam tahap penyelidikan bersama aparat penegak hukum dan otoritas terkait. Saat ini, di beberapa titik masih terdeteksi gas berbahaya seperti karbon monoksida dengan kadar di atas ambang batas, meskipun kondisi asap dilaporkan mulai berangsur menurun.

Agustinus menambahkan bahwa pihaknya menunggu hasil investigasi yang menyeluruh agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. PT ANTAM, lanjutnya, berkomitmen menangani peristiwa ini secara profesional, humanis, serta mengedepankan aspek keselamatan.

Sementara itu, Kapolsek Nanggung AKP Ucup Supriatna membenarkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini total korban meninggal dunia berjumlah lima orang.

“Sebanyak tiga korban merupakan warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, yang dievakuasi oleh tim gabungan, sedangkan dua korban lainnya adalah warga Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, yang dievakuasi secara mandiri,” ungkap AKP Ucup.

Posting Komentar