HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Hujan Pagi Kian Dominan di Bogor, Ini Penjelasan Ilmiahnya !!

Dominasi Hujan Pagi di Bogor: Penjelasan Berdasarkan Ilmu Meteorologi

BOGOR
| Pola curah hujan di wilayah Bogor mengalami pergeseran yang cukup mencolok dalam beberapa waktu terakhir. Jika sebelumnya hujan lebih dominan terjadi pada siang hingga sore hari, kini hujan justru sering turun sejak pagi. Perubahan ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan dapat dijelaskan secara ilmiah.

Peneliti Ahli Utama Klimatologi dan Perubahan Iklim BRIN, Erma Yulihastin, mengungkapkan bahwa pergeseran waktu hujan di Bogor dipengaruhi oleh dua faktor utama yang saling berinteraksi.

Faktor pertama adalah menguatnya aliran angin dari utara yang dikenal sebagai Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) atau seruak dingin lintas ekuator. Massa udara dingin ini berasal dari Asia, melintasi garis ekuator, lalu bergerak menuju perairan Indonesia, terutama kawasan Laut Jawa.

Erma menjelaskan bahwa aktivitas CENS di wilayah Laut Karimata memperkuat monsun Asia. Akibatnya, hujan yang umumnya terjadi di wilayah laut pada dini hari hingga pagi kini bergeser ke daratan, termasuk wilayah Bogor.

Selain itu, faktor kedua berasal dari selatan Indonesia, yakni terbentuknya daerah bertekanan rendah di perairan selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berkembang menjadi badai tropis 91S. Sistem cuaca ini menyebabkan angin baratan dari Samudra Hindia semakin menguat.

Angin baratan tersebut bergerak menuju selatan Pulau Jawa dan memengaruhi kondisi atmosfer di Jawa Barat, termasuk Bogor. Kombinasi antara penguatan angin baratan dan monsun Asia membuat proses pembentukan awan hujan terjadi lebih awal, sehingga hujan turun sejak pagi hari.

Perubahan pola waktu hujan ini perlu mendapat perhatian masyarakat karena hujan pagi dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari, kelancaran lalu lintas, serta meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Posting Komentar