HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Perjuangan Haru Ibu Tunggal asal Cilember, Bawa Anak Berobat ke Jakarta dengan Angkutan Umum demi Kesembuhan


CISARUA
– Sebuah kisah perjuangan luar biasa datang dari Kampung Babakan, Desa Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Windari Kurniasih, seorang ibu tunggal, terpaksa menempuh perjalanan jauh menggunakan angkutan umum demi membawa buah hatinya menjalani pengobatan rutin di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, di tengah keterbatasan fasilitas transportasi medis yang tersedia.

​Kondisi mendesak memaksa Windari mengambil langkah tersebut. Sang anak yang menderita komplikasi penyakit serius—yakni hidrosefalus meningitis, cerebral palsy, gizi buruk, serta spina bifida—membutuhkan penanganan medis segera, terutama ketika mengalami kondisi kritis seperti demam tinggi dan kejang-kejang.

​"Sebagai ibu tunggal, hal ini sangat berat buat saya, namun kesembuhan anak adalah yang utama," ujar Windari dengan suara lirih.

​Windari mengungkapkan bahwa ketiadaan akses ambulans yang siap sedia memaksanya untuk terus bergantung pada transportasi umum selama kurang lebih lima tahun masa pengobatan anaknya. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, perjuangannya pun semakin berat. Ia sering kali harus mengesampingkan kebutuhan pribadinya demi memastikan seluruh biaya dan kebutuhan medis sang anak terpenuhi.

​"Sering saya menahan rasa lapar ketika anak saya dirawat di RSCM. Saya hanya minum air putih saja karena uang yang saya pegang hanya cukup untuk kebutuhan pasien," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

​Kondisi sang anak yang memerlukan pengobatan jangka panjang menuntut ketabahan luar biasa dari Windari. Meski dihadapkan pada keterbatasan fisik, ekonomi, dan akses, ia menegaskan akan terus berupaya semaksimal mungkin demi memberikan perawatan terbaik bagi anaknya, meski hanya untuk sekadar meringankan rasa sakit yang diderita sang buah hati.

​"Dengan kondisi saat ini saya hanya bisa berikhtiar semampu saya saja. Yang terpenting anak saya bisa tertangani medis. Saya hanya berikhtiar dan berusaha, sisanya saya pasrahkan kepada Allah SWT," pungkas Windari.

​Kisah Windari ini menjadi cerminan nyata perjuangan seorang ibu yang tak kenal menyerah di tengah himpitan hidup. Harapannya kini hanyalah agar sang anak mendapatkan penanganan yang konsisten hingga proses pemulihan yang panjang ini membuahkan hasil.

Posting Komentar