Nurmala, Balita 2 Tahun di Kecamatan Cicurug, Mengalami Kondisi Tanpa Lubang Anus Sejak Lahir
11:23:00 PM
Sukabumi|Fokusupdate.com- Nasib pilu di alami oleh pasangan suami istri bernama Suhandi (40 tahun) dan Marlina (30 tahun) yang memiliki seorang Balita bernama Nurmala (2 tahun) yang tidak memiliki lubang anus sejak lahir, yang berdomisili di Kampung Sindangpalay RT 04/06, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Menurut Orang tua Nurmala saat di temui di kediaman Suhandi mengatakan, bahwa memang sejak lahir tanggal 22 September 2022 anaknya sudah mempunyai kelainan yaitu tidak memiliki lubang anus, waktu itu anaknya lahir di tangani oleh seorang bidan.
"Saat ketika melahirkan bidan tersebut tidak mengetahui bahwa anak saya tidak memiliki lubang anus, Namun setelah 2 hari dirumah ternyata baru di ketahui bahwa anak saya tidak memiliki lubang anus," ujarnya Rabu (31/07/2024).
Lanjut Suhandi, setelah mengetahui bahwa sang buah hati tidak memiliki lubang anus, kemudian Nurmala dibawa ke Rumah Sakit Bakti Medicare Cicurug (BMC) untuk dilakukan pemeriksaan medis, Kemudian dari hasil pemeriksaan dokter bahwa Nurmala harus di rujuk ke RSUD Syamsuddin ( Bunut) Sukabumi untuk dilakukan tindakan operasi.
"Karena keterbatasan biaya, akhirnya untuk membawa anak saya ke RS Bunut, Saya harus mengurus BPJS terlebih dahulu," kata dia.
Setelah pengurusan BPJS selesai selama 2 hari, akhirnya Nurmala bisa di bawa ke RS Syamsuddin Kota Sukabumi untuk dilakukan pemeriksaan medis terkait kondisi dan tindakan yang harus dilakukan selanjutnya.
"Tindak yang di lakukan oleh dokter RSUD Syamsuddin yaitu melakukan operasi usus di bagian perut untuk membuat lubang Buang Air Besar (BAB) ketika itu anak saya baru berumur satu minggu," Ungkapnya.
Selanjutnya, setelah operasi pertama selesai, setelah 6 bulan Nurmala akan dilakukan operasi ke 2 yaitu membuat lubang anus,Namun dari hasil medis di RS Syamsuddin bahwa Nurmala ternyata menderita plek paru- paru dan jantung bocor.
"Anak saya di harus berobat jalan ke RS Syamsuddin, karena jarak yang cukup jauh, akhirnya saya meminta untuk berobat jalan ke Rumah Sakit terdekat yaitu RS BMC,"kata dia.
Ketika Nurmala menginjak usia 18 bulan ia mengalami kondisi kritis
kemudian di bawa ke RS BMC masuk ruang IGD untuk di lakukan tindakan dan kemudian harus di rujuk ke RS Ummi Bogor.
"Akhirnya anak saya harus dirawat di RS Ummi Bogor selama satu minggu dan alhamdulillah penyakit plek paru- paru anak saya bisa sembuh,"ujarnya.
Karena harus meneruskan lagi pengobatan jantung, atas rujukan dari RS BMC, Nurmala harus di rujuk ke RS Hermina Bogor, kemudian Nurmala di bawa ke RS Hermina Bogor selama 2 hari.Bahwa hasil dari konsultasi bersama dokter RS Hermina Bogor Nurmala menderita bukan penyakit jantung biasa, sehingga RS Hermina mengharuskan Nurmala untuk di rujuk ke RS Harapan Kita Jakarta,
"Kemudian di RS Harapan Kita anak saya hanya di periksa saja, tidak ada kejalasan tindakan apa yang harus di lakukan, malah dokter dari RS Harapan Kita mengarahkan agar kembali lagi setelah Tahun Baru 2025, itu pun belum tentu akan dilakukan tindakan," jelasnya.
Bahwa mengenai biaya selama melahirkan dan biaya pengobatan semua menggunakan jasa BPJS, pihaknya hanya mengeluarkan biaya untuk keperluan ongkos dan biaya keperluan pribadi selama di rumah sakit.
"Saya berharap ada uluran tangan untuk membantu agar bisa membawa Nurmala yang merupakan anak ke Tiga ini , agar secepatnya bisa di lakukan tindakan operasi untuk kesembuhan Nurmala,"tutupnya.